Selasa, 17 Mei 2011

untukmu kebencian

Jeritan hatiku menggema
menyusuri setiap aliran darah
hingga kebekuan menguasai tubuhku yang lemah
kau mungkin bisa tertawa
namun dendam perlahan lahan membetuk arogansi dalam hidupku
yang semakin lama kan membuatmu merana
ku fikirkan...
bahagianya diriku saat melihat kau mnderita
menagis, dan terdiam tanpa kata
ku kan tertawa saat melihat kau tersisih

bukan inginku demikian,
tapi kaulah yang meminta
bukan ku yang berniat
tapi rasa sakit ini yang bergejolak

andai kau tak demikian
kau kan berbahagia
tapi sayang, kau begitu memuakkan
hingga keindahan dan kebaikanku tertutup
oleh kebusukanmu
dan kebencianmu yang merasuki hidupku !

(yk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar