Malam itu aku tidak mendengar apa-apa bila akan terjadi gerhana bulan. Seperti malam-malam biasa ku larut dengan kesibukanku sendiri bercumbu dengan alat elektronik yang setia nemenin aku kapanpun aku butuh, and setia nungguin aku klo aku lagi tak acuh.
Tiba-tiba saja hpku bergetar ada smz masuk dari temen...
“insyaAllah malam ini antara pkl 18.35 WIB – 24.00 WIB (10 Desember) ada Gerhana Bulan. (sumebr www.bmkg.go.id dan detiknews.com). Rasulullah: “.. jika melihat gerhana (matahari / bulan) maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat (gerhana) dan bersedekahla.” (HR. AlBukhari no 1044)”___
Olala.... ada gerhana bulan rupanya, akupun segera melihat ke jendela kamar. Terlihat jelas di langit diantara beberapa bintang-bintang terlihat bulan terang yang sedikit demi sedikit memudar, berganti kemerah merahan...
Berbondong-bondong anak kos datang ke kamar ku untuk melihat proses terjadinya gerhana bulan tersebut. Kamipun mematikan lampu kamar, duduk rapi berjejer di tepi jendela seakan-akan sedang asyik menikmati pemutaran film di dalam bioskop. Aku jadi terkikik geli mengingat hal tersebut. Ada beragam ekspresi disana. Ada yang hanya diam, ada yang mulutnya sedikit menganga mungkin saking takjubnya melihat fenomena alam itu, bahkan ada yang tiap sebentar mencerocos tak karuan hingga kami pusing dibuatnya.
“kok bisa ada gerhana bulan sih?”
“kenapa ya kok tu bintang-bintang bisa sejajar gitu posisinya?”
“bintang nya deket-deket ya? Di kampung aku gak sedeket ini jarak bintangnya”
“di daerah bogor kok bisa gak keliatan gerhananya?”
Dan lain lain dengan segala pertanyaan yang masuk akal dan tidak! Kamar pun menjadi riuh....
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gerhana bulan total berlangsung selama 51 menit 8 detik antara 21:06 hingga 21:57 WIB.
Siaran pers BMKG menyebutkan tahun ini sebenarnya terjadi enam kali gerhana bulan, yaitu 4 Januari, 1 Juni, 16 Juni, 1 Juli, 25 November, dan 10 Desember.
Fenomena gerhana bulan itu tidak sepenuhnya bisa dilihat di wilayah Indonesia, karena hanya 2 gerhana bulan yang melintasi wilayah Tanah Air, yaitu gerhana bulan 16 Juni dan 10 Desember.
Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan. Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari. Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda.
Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan. Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari. Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda.
Gerhana bulan ini mempunyai makna yang berbeda-beda, pada masa dahulu orang-orang yang memang belum mengenal pendidikan dan teknologi menganggap gerhana bulan itu adalah sebuah malapetaka. Mereka harus melakukan pengorbanan terlebih dahulu, apakah itu dengan menceburkan anak gadis perawan ataupun persembahan hewan-hewan yang bisa untuk dikurbankan. Ada juga yang menganggap bila naga sedang melahap bulan, jadi saat gerhana berlangsung mereka harus memukul-mukul benda apa saja yang mengeluarkan suara keras supaya naga itu tidak jadi melahap bulan.
Di beberapa desa di Indonesiapun pernah mempunyai tradisi yang tak kalah aneh. Mereka menganggap momentum gerhana bulan adalah untuk cepat mendapat jodoh, para gadis akan turun bermandi-mandi ria disumur kampung dengan rempah. Dan tak heran setelah gerhana bulan berlangsung banyak yang melangsungkan pesta perkawinan. Bahkan hingga kini di dalam salah satu situs primbon menyebutkan
“Bila ada peristiwa gerhana bulan dibulan Muharam, bermakna akan terjadi wabah penyakit yang dibarengi harga semua kebutuhan pokok manusia akan meningkat dan akan ada raja/pemimpin negeri yang meninggal”
(hanya disebutkan bulan Muharram karena gerhana bulan kali ini bertepatan dengan bulan muharram)
Percaya atau gak?? Lebih baik kita berserah diri kepada Allah swt, Tuhan pencipta alam semesta. Yang menunjukkan kebesaran-Nya kepada kita agar kita lebih bertaqwa dan bersyukur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari dan bulan itu bukanlah karena kematian atau kehidupan seeorang. Maka jika engkau melihatnya, ingatlah dan berzikirlah kepada Allah" (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama sepakat bahwa sholat gerhana, termasuk sholat gerhana bulan (khusuf) adalah sunnah muakad (sangat dianjurkan), baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Seiring perkembangan teknologi dan pendidikan, membuktikan bahwa gerhana bulan ini merupakan peristiwa yang wajar namun tak biasa. Salah satu manfaat gerhana bulan adalah untuk mengetahui tingkat polusi udara. Kalau bulan kelihatan makin merah, berarti tingkat polusi sangat tinggi.
Nah, bisa di kira-kira ndiri kan dengan gerhana semalam gimana tingkat polusi di bumi kita.... ?? ! ^_*
luar biasa sob....
BalasHapuskeep writing....
^_^
BalasHapus